Telkom University Tingkatkan Edukasi Konservasi Penyu Pangumbahan melalui Kampanye Lingkungan, Revitalisasi EGD, dan Perancangan Maskot

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University bersama mahasiswa saat kampanye konservasi penyu Pangumbahan dalam peringatan Hari Penyu Sedunia di Kawasan Konservasi Pangumbahan, Sukabumi
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University bersama mahasiswa saat pelaksanaan kampanye “Satu Pengunjung Satu Kantong Sampah” dalam rangka Hari Penyu Sedunia di Kawasan Konservasi Penyu Pangumbahan, Kabupaten Sukabumi.

Pangumbahan – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University melaksanakan program konservasi penyu Pangumbahan bertajuk Perancangan Maskot dan Revitalisasi Environment Graphic Design (EGD) serta Penyelenggaraan Event Hari Penyu Sedunia di Kawasan Konservasi Penyu Pangumbahan, Kabupaten Sukabumi. Program ini bertujuan memperkuat identitas visual kawasan konservasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan melestarikan habitat penyu.

Kampanye “Satu Pengunjung Satu Kantong Sampah” di Konservasi Penyu Pangumbahan

Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah kampanye “Satu Pengunjung Satu Kantong Sampah” yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Penyu Sedunia. Melalui kegiatan ini, pengunjung diajak berpartisipasi secara langsung dengan mengumpulkan sampah di kawasan pantai Pangumbahan menggunakan kantong sampah yang telah dibagikan oleh panitia.

Antusiasme masyarakat terhadap kampanye ini sangat tinggi, dengan jumlah peserta yang berpartisipasi mencapai lebih dari 100 orang. Sebagai bentuk apresiasi, peserta yang berhasil mengumpulkan satu kantong sampah memperoleh cinderamata berupa aksesori dari limbah kerang.

Melalui kegiatan tersebut, berhasil terkumpul 12 kantong sampah besar yang didominasi sampah plastik, kemasan makanan dan minuman, serta sampah anorganik lainnya — memberikan dampak nyata terhadap kebersihan kawasan konservasi.

Revitalisasi Environment Graphic Design (EGD) Berbahan Limbah Kayu

Selain kampanye lingkungan, tim juga melaksanakan Revitalisasi Environment Graphic Design (EGD) untuk meningkatkan kualitas sistem informasi di kawasan konservasi. EGD dibuat berbahan dasar limbah kayu pipih yang ditemukan di sekitar pesisir pantai Pangumbahan. Material tersebut diolah melalui proses pengamplasan, perancangan desain visual, pengecatan, pelapisan pernis, hingga pemasangan di berbagai titik strategis kawasan.

Sebanyak 15 papan EGD berhasil dirancang dan dipasang sebagai penunjuk arah menuju berbagai fasilitas penting, seperti toilet, musala, ruang penyu, area konservasi, ruang penetasan, area parkir, hingga akses menuju Pantai Pangumbahan. Kehadiran papan informasi ini diharapkan mempermudah navigasi pengunjung sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan informasi di kawasan wisata konservasi.

Perancangan Maskot Konservasi Penyu Pangumbahan Telkom University

Sebagai bagian dari penguatan identitas visual kawasan, tim juga merancang maskot Konservasi Penyu Pangumbahan. Maskot mengusung karakter penyu yang ramah dan edukatif dengan mengenakan vest berwarna cokelat yang terinspirasi dari seragam petugas konservasi.

Desain ini memberikan identitas yang kuat serta mencerminkan peran maskot sebagai representasi petugas konservasi yang aktif mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya pelestarian penyu.

Respons Positif Peserta dan Harapan Keberlanjutan Program

Berdasarkan hasil survei evaluasi, kegiatan ini memperoleh respons yang sangat positif dari peserta kampanye. Peserta menilai program “Satu Pengunjung Satu Kantong Sampah” relevan dengan peringatan Hari Penyu Sedunia, memberikan manfaat nyata dalam menjaga kebersihan Pantai Pangumbahan, serta efektif mendorong kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Sebagian besar peserta juga berharap program ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan konservasi.

Melalui pelaksanaan program konservasi penyu Pangumbahan Telkom University ini, diharapkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pengelola kawasan konservasi, dan masyarakat dapat terus berkembang dalam mendukung pelestarian lingkungan, penguatan identitas kawasan wisata berbasis konservasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan habitat penyu secara berkelanjutan.

Penulis: Tim KKNT | Editor: BPA | Foto: Tim KKNT

Secret Link